Wanhat FKUB kabupaten Rejang Lebong adakan Rakor
avatar

FKUB-Ist

Forum Komunikasi Umat Beragama yang selanjutnya disingkat dengan FKUB, merupakan organisasi kemasyarakatan yang berbasis pada pemuliaan nilai-nilai agama.  FKUB memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis dalam  membangun daerah masing-masing ditengah krisis multidimensional.

Curup-20130621-00056

Disadari bahwa krisis multidimensional telah membawa dampak yang bersifat multidimensional pula. Krisis ekonomi, politik dan moral, berimplikasi pada ketegangan sosial, stress sosial, merenggangnya kohesi sosial bahkan prustasi sosial, begitupun terhadap dekadensi moral.

Secara fsikologis dan sosiologis fenomena ini sangat berpengaruh terhadap sikap dan prilaku sosial di kalangan umat beragama. Terjadinya konflik sosial, meningkatnya angka bunuh diri, merajalelanya korupsi merupakan persoalan serius yang harus dicarikan solusinya. Disinilah peran tokoh agama  sangat diharapkan dapat memberikan pencerdasan spiritual.

Curup-20130621-00057

Terpanggil untuk turut mengantisipasi maraknya situasi seperti itu, Dewan Penasehat FKUB Kabupaten Rejang Lebong, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, pada hari Jum’at tanggal 21 Juni 2013 menyelenggarakan Rapat Koordinasi.

Pertemuan yang difasilitasi oleh Badan Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Rejang Lebong, diikuti oleh Seluruh Pengurus Dewan Penasehat FKUB Kabupaten Rejang Lebong,  dan dihadiri juga oleh Pengurus Pengajian Tarekat Naqsabandiyah Kabupaten Rejang Lebong dan Ketua MUI Kabupaten Rejang Lebong.

Curup-20130621-00058

Dari hasil rapat koordinasi tersebut telah didapat suatu kesimpulan,  bahwa :

Forum  diharapkan dapat  menjadi jembatan penghubung di Internal umat masing-masing. Artinya, masing-masing agama secara vertical memiliki keyakinan, cara, etika, susila yang dimiliki dan bersifat hakiki. Hal ini merupakan pembeda antara agama yang satu dengan yang lainnya yang harus dihormati. Oleh karena itu FKUB melalui perwakilan di masing-masing agama harus dapat menularkan kerukunan di internal umat, dan menjaga aspek sakralisasi pelaksanaan tradisi keberagamaan masing-masing dengan tetap berpegang pada kaidah agama.

Selanjutnya Secara horizontal, disamping dintern, maka dalam perspektif sosiologi agama, hubungan yang bersifat sosial dengan umat beragama lainnya perlu dijaga dan dikembangkan. Dalam konteks inilah FKUB dapat menjalankan peran dan fungsinya sebagai  wahana komunikasi, interaksi antara satu dengan yang lainnya dalam memberikan informasi terhadap tafsir agama masing-masing, sehingga tercipta suasana saling memahami dan saling menghormati, sebagai wahana memdiasi setiap persoalan yang mengarah pada terjadinya konflik baik yang bersifat laten maupun manifest, sebagai media harmonisasi hubungan satu dengan yang lain dalam mengkomunikasikan pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan, melakukan sosialisasi kepada masing-masing umat beragama agar dalam kehidupan sosial tidak bersifat eksklusif sehingga dapat terbangun kohesi sosial dikalangan umat beragama, membantu pemerintah daerah dalam menyukseskan program-program pembangunan, bersama-sama pemerintah dan aparat kemanan ikut menjaga iklim sosial dan politik yang kondusif, dan tentunya banyak hal lagi yang dapat dikerjakan dengan selalu bersinergi dengan kekuatan-kekuatan sosial yang ada di daerah.

Komentar Facebooker

comments


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>